MILITARY MILITER

Indonesia – Prancis Semakin Dekat Kesepakatan Tentang Pembelian 48 jet Rafale

Indonesia – Prancis Semakin Dekat Kesepakatan Tentang Pembelian 48 jet Rafale

Negosiasi antara Perancis dan Indonesia berjalan sangat baik atas penjualan 48 Rafale kepada TNI AU, mengutip laporan sumber media Perancis; La Tribune

Indonesia hampir mencapai kesepakatan untuk membeli 48 jet Rafale sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama pertahanan komprehensif dengan Prancis.

Negosiasi antara Perancis dan Indonesia berjalan sangat baik atas penjualan 48 Rafale kepada TNI AU, mengutip laporan sumber media Perancis; La Tribune.

Dalam kunjungannya ke Paris pada 21 Oktober, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kembali ketertarikannya pada pesawat tempur Dassault Aviation.

“Dan Indonesia ingin pergi dengan sangat cepat dan bahkan menginginkan kesepakatan sebelum akhir tahun, sementara negosiator Prancis ingin meluangkan sedikit waktu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan cara yang cermat,” kata sumber publikasi tersebut.

Kedua negara telah memulai dialog strategis tahun ini dengan tujuan untuk segera menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertahanan.

Indonesia baru-baru ini menolak tawaran dari AS untuk membeli jet F-16 setelah AS menolak untuk menjual pesawat tempur F-35 itu. Selain itu, kesepakatan untuk membeli 12 jet Su-35 dari Russsia masih belum ada titik jelas sejak 2018.

Dassault sedang dalam proses dengan pesanan baru-baru ini dari Yunani untuk membeli jet Rafale dan kontrak yang sedang berjalan dengan India, Mesir dan Qatar dan mungkin setuju dengan kesepakatan manufaktur suku cadang yang dikatakan akan diusulkan Indonesia.

Baca Juga :   Pahami Dulu Drone Canggih Turki Bayraktar TB2

Pembicaraan tentang Indonesia yang ingin membeli jet Rafale, Gowind Corvettes dan kapal selam Scorpene telah berlangsung sejak Januari tahun ini ketika Menteri Pertahanan Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan mitranya dari Prancis Florence Parly di Paris selain diskusi dengan perusahaan pertahanan Prancis seperti Dassault Aviation, Thales, Naval Group dan Nexter.

Pernyataan KBRI Paris dalam kunjungan Prabowo, “Sebagai negara dengan industri pertahanan yang maju, Prancis dapat menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia untuk memodernisasi alutsista dan mempercepat pembangunan industri pertahanan nasional kita. Hal ini akan mendukung upaya menjadikan industri pertahanan nasional sebagai bagian dari ‘global production chain’. Dalam konteks ini, Menhan kita memberikan perhatian khusus pada perkembangan industri pertahanan ketika membahas kerja sama pertahanan. ”

Indonesia telah menjadikan produksi bersama sebagai landasan kebijakan pengadaan pertahanannya. Sesuai dengan kebijakan ini, Korea Selatan mengadakan kemitraan dengan Korea Selatan dalam proyek KF-X. Ada laporan bahwa Jakarta kurang senang dengan kemajuan proyek itu dan mungkin akan mencari jalan keluar. sumber defenseworld