Pahami Dulu Produk Bioenergi Apa Saja Yang Dikembangkan Indonesia dan Jepang?

Pahami Dulu Produk Bioenergi Apa Saja Yang Dikembangkan Indonesia dan Jepang?

Guna memenuhi kebutuhan pasar bioenergi di dalam negeri matahari terbit, Jepang dan Indonesia kembali menjalin kerjasama kemitraan guna mengembangan produk bioenergi.

Pahami Dulu Produk Bioenergi Apa Saja Yang Dikembangkan Indonesia dan Jepang? Guna memenuhi kebutuhan pasar bioenergi di dalam negeri matahari terbit, Jepang dan Indonesia kembali menjalin kerjasama kemitraan guna mengembangan produk bioenergi.

Dengan difasilitasi oleh institusi Indonesia Japan Business Network (IJB-Net), direncananya tiga produk bioenergi andalan yang nantinya akan dikembangkan bersama, yakni produk kelapa nonstandar yang akan digunakan sebagai bahan bakar pesawat atau bioavtur, mobil diesel, dan juga digunakan bahan bakar pembangkit listrik; produk pelet yang dihasilkan dari pengolahan tandan kosong sawit (EFB); dan produk pelet yang dihasilkan dari kayu energi.

Net Suyoto Rais selaku Ketua Umum IJB mengatakan pada saat dilakukan Kickoff Meeting Rencana Kerja Pemenuhan Kebutuhan Pasar Bioenergi Jepang, pada hari Selasa (10/11/2020) “Ada tiga produk bioenergi yang akan segera kami siapkan di Indonesia dan yang pertama ini untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang dulu. Begitu masuk pasar Jepang, insyaallah ke pasar lain akan mudah, termasuk memenuhi kebutuhan Indonesia sendiri,”.

Proyek pengembangan kelapa nonstandar saat ini sudah mendapatkan kepastian investor dan pembeli dari Jepang. Pada acara kickoff meeting tersebut juga sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian kemitraan (partnership agreement) Indonesia-Jepang antara IJB-Net dan Green Power Development Corporation of Japan terkait pengembangan proyek bioenergi bersumber kelapa nonstandar . Dalam hal ini Indonesia akan membentuk konsorsium sebagai mitra yang akan menjadi pemasok bahan baku sedangkan Green Power Development Corporation of Japan berperan menjadi investor, pengembang produk, dan sekaligus sebagai pembeli. Direncanakan Pabrik pengolahan untuk proyek ini akan dibangun di provinsi Riau dan provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga :   Sejarah Pencetakan 3-D

Suyoto juga mengatakan bahwa untuk produk pelet peminatnya sudah ada dan siap memesan 40.000 ton per bulan. Akan tetapi, kepastian investor, untuk pengembangan produk pelet EFB dan pelet kayu belum didapatkan.

Konsorsium juga akan dibentuk yang rencananya untuk pengembangan pelet, yang difokuskan dalam pembangunan pabrik baru dan menjamin ketersediaan pasokan bahan baku. Ditargetkan pembentukan konsorsium ini akan bisa direalisasikan paling lambat hingga akhir tahun ini. “Targetnya tahun depan ini sudah bisa produksi dan mulai ekspor,” demikian disampaikan Suyoto.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan juga salah satu negara yang mempunyai potensi hutan yang besar akan senang dapat membantu memenuhi kebutuhan biomassa di negara Jepang.

Sehingga menjaga kualitas dan kuantitas produk biomassa sudah menjadi suatu keharusan bagi Indonesia agar prduk tersebut bisa memenuhi standar yang diperlukan pasar Jepang.

“Isu keberlanjutan produk biomassa Indonesia di pasar Jepang menjadi salah satu tantangannya, untuk itu perlu ada kolaborasi antara pelaku usaha biomassa Indonesia, pemerintah Indonesia dan Jepang, sehingga Indonesia mampu memanfaatkan peluang eskpor biomassa yang ditawarkan Jepang secara optimal,” kata Airlangga.

Ishii Masafumi selaku Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia mengatakan bahwa Jepang saat ini sedang mencanangkan target pengurangan emisi gas buang yang diharapkan mendekati nol persen hingga tahun 2050 dan target pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 22 persen—24 persen pada 2030.

Baca Juga :   PLTS dan PLTB untuk untuk menggantikan pembangkit listrik batubara

Selanjutnya Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia juga menyampaikan bahwa pihaknya siap menfasilitasi Indonesia dalam rangka menyiapkan pemenuhan kebutuhan biomassa di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Turki Akan Menguji Rudal Udara ke Udara buatan Sendiri Dari Jet F-16

Wed Nov 11 , 2020
Turki Akan Menguji Rudal Udara ke Udara buatan Sendiri Dari Jet F-16 Pada Bulan November Angkatan Udara Turki akan menguji rudal udara-ke-udara buatan lokal, pengganti AIM-120 AMRAAM buatan AS yang direncanakan pada akhir bulan ini. Pahami Dulu – Turki akan Menguji Rudal Udara ke Udara buatan sendiri dari Jet F-16 […]
Rudal Udara Ke Udara

Notice: Undefined index: name in /home/u7918416/public_html/wp-content/plugins/propellerads-official/includes/class-propeller-ads-anti-adblock.php on line 169