Tag Archives: PLTD

Target Ebt 23 Persen, Akankah Tercapai Pahami Dulu Bagaimana Strategi Pln

Target EBT 23 Persen, Akankah Tercapai? Pahami Dulu Bagaimana Strategi PLN

Target EBT 23 Persen, Akankah Tercapai? Pahami Dulu Bagaimana Strategi PLN

Target Energi Baru Terbarukan (EBT) secara nasional adalah sebesar 25 persen pada tahun 2025,tetapi sampai di bulan September 2020 baru mencapai angka 13,6 persen.

Pahami Dulu – Target EBT 23 Persen, Akankah Tercapai? Pahami Dulu Bagaimana Strategi PLN. “Untuk mencapai 25% di tahun 2025 masih terlalu tinggi gapnya, dan ini cukup menjadi tantangan PLN, ini setara dengan angka sekitar 16,3GW. Salah satu yang menjadi hambatan adalah adanya pandemi Covid-19 tahun ini, sehingga banyak proyek EBT yang tertunda penyelesaiannya” Demikian disampaikan oleh Ikhsan Asaad Direktur Mega Project pada saat acara seminar digital Hari Listrik NAsional ke -75yang digelar hari RAbu 4 November 2020.

PLN sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai target penambahan Pembangkit listrik sebesar 16 300 Mega watt, sejumlah inisiatif rencana sudah dicanangkan, salah satunya adalah program GREEN BOOSTER. Program ini dilakukan antara lain melalui program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pemanfaat waduk serbaguna, dan optimisasi co-firing biomassa.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, untuk program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), PLN sudah membuat rencana untuk mengkonversi sebanyak 2130 pembangkit dari berbaga wilayah di seluruh Indonesia, dengan jumlah unit yang sudah masuk dalam list sebanyak 5200 unit . Diharapkan rencana ini berhasil sehingga target 2000 Mega watt bisa terealisasi.

Pada tahap pertama direncanakan sebanyak 200 lokasi PLTD akan dikonversi oleh PLN dengan kapasitas sekitar 225 Mega Watt. Untuk merealisasikannya. Ikhsan Asaad mengatakan “Perseroan berencana melelangnya, diharapkan 1-2 bulan kedepan proses pelelangan sudah bisa diproses. Semua pengembang dan investor pembangkit akan kita ajak”.

Untuk pemanfaatan Waduk serbaguna, PLN sudah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memanfaatkan Waduk sebagai sumber litrik tenaga air (PLTA)

Pada program green boosting co-firing biomassa, PLN berencana untuk mengganti sebagian bahan bakar batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan bahan bakar biomassa. Disampaikan oleh direktur mega project Iksan Asaad, perseroan sudah melakukan uji cobapemanfaatan co-firing untuk menggantikan bahan bakar batu bara di 19 unit PLTU milik Perseroan.

Kita tunggu, mudah mudahan gebrakan Go green ini bisa berjalan sesuai rencana, sehingga bisa mengurangi emisi gas buang yang berdampak pada lingkungan.

Pt. Pln (persero) Berencana Mengonversi 2.130 Pltd Menjadi Pembangkit Ebt

PT. PLN (Persero) Berencana Mengubah 2.130 PLTD Menjadi Pembangkit EBT

PT. PLN (Persero) Berencana Mengubah 2.130 PLTD Menjadi Pembangkit EBT

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana mengubah 2.130 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan.

Pahami Dulu – PT. PLN (Persero) Berencana Mengubah 2.130 PLTD Menjadi Pembangkit EBT. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana mengubah 2.130 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan bahwa dari sekitar 2.130 lokasi yang tersebar di Indonesia akan ada sekitar 5.200 mesin PLTD yang akan dikonversi menjadi pembangkit EBT dengan total konversi sampai 2 gigawatt (GW).

Dia mengatakan bahwa proses konversi menjadi pembangkit terbarukan akan dibagi menjadi tiga tahapan. Pada tahap pertama PLN akan mengonversi sebanyak 200 lokasi PLTD dengan kapasitas 225 megawatt (MW).

Sementara itu, pada tahap kedua konversi PLTD yang dilakukan dengan kapasitas 500 MW, serta pada tahap ketiga dengan kapasitas 1.300 MW. “Langkah ini juga jadi eksplorasi sumber EBT di daerah setempat dan mempehitungkan pasokan di wilayah tersebut,” ujarnya dalam webinar yang digelar pada Senin (2/11/2020).

Dia mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 40 tahun PLTD beroperasi, biaya yang dikeluarkan cukup tinggi mengingat harga bahan bakar serta kendala geografis. Hal itu turut menjadi faktor yang membuat sejumlah titik tidak dapat teraliri listrik selama 24 jam.

Menurutnya, program konversi ini akan memberi dampak yang cukup besar terhadap masyarakat untuk bisa mendapatkan aliran listrik yang lebih lama.

Selain itu, PLN dapat lebih menghemat biaya pokok yang dikeluarkan dengan mengurangi konsumsi bahan bakar yang masih harus diimpor.

“Konversi PLTD ke pembangkit berbasis EBT merupakan langkah paling masif dalam sejarah PLN. Ini jadi gerakan PLN untuk kurangi belanja di sektor BBM yang sebagian besar masih impor,” jelasnya.

Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad menjelaskan bahwa nantinya pembangkit yang dikonversi tersebut akan seluruhnya memanfaatkan EBT, bukan menggunakan sistem hybrid.

Dia menjelaskan bahwa kriteria PLTD yang akan dikonversi adalah pembangkit yang sudah berusia 15 tahun, lokasi yang terpencil, dan memiliki biaya pokok produksi yang tinggi.

“Sampai 2025, target 200 lokasi ini akan kita mulai lelangnya pada akhir Desember ini. Kemudian selesai kira-kira commercial of date pada 2022 butuh setahun ya,” jelasnya.


Sumber : ekonomi.bisnis