Airlangga: Nilai ekspor Indonesia mencapai rekor tertinggi
airlangga: nilai ekspor indonesia mencapai rekor tertinggi

Airlangga: Nilai ekspor Indonesia mencapai rekor tertinggi



Jakarta (Antara) – Nilai ekspor Indonesia yang pada Agustus 2021 mencapai $21,42 miliar, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa setelah terakhir kali pada Agustus 2011 sebesar $18,60 miliar, kata Jakarta (Antara) – Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto.

Realisasi ekspor meningkat 20,95 persen (juta metrik ton) atau 64,1 persen (y/y) mendukung nilai perdagangan Indonesia periode Agustus 2021 yang mencatat surplus $4,74 miliar dan juga rekor tertinggi sejak Desember 2006 sebesar $4,64 miliar. . Amerika Serikat.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut sejalan dengan pemulihan permintaan global,” katanya di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Dominan Ekspor Manufaktur Melebihi 111 Miliar Dolar AS

Airlangga mengatakan, peningkatan ekspor Indonesia juga mengukuhkan perbaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 yang naik menjadi 43,7 dari level sebelumnya 40,1 pada Juli 2021.

Tingkat PMI Indonesia juga lebih baik dari banyak negara ASEAN, seperti Myanmar 36,5, Vietnam 40,2, dan Malaysia 43,4.

Peningkatan ekspor terbesar pada Agustus 2021 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) US$1544,8 juta, bahan bakar mineral (HS 27) US$573,2 juta dan bijih mineral (HS 26) US$213,1 juta.

Sedangkan negara non-target ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan terbesar dibandingkan bulan sebelumnya adalah China sebesar $1212,2 juta, India $759,1 juta, dan Jepang $453,2 juta.

Baca juga: Kementan: Ekspor Mandiri Tingkatkan Ekspor Pertanian Agustus 2021

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Agustus 2021 sebesar 16,68 miliar dollar AS, meningkat 10,35 persen (juta metrik ton) atau 55,26 persen (y/y).

Menurut Airlangga, mobilitas penduduk yang mulai meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM merupakan indikasi penyebab kenaikan dari sisi impor.

Peningkatan impor pada Agustus 2021 ditopang oleh peningkatan impor barang modal sebesar 34,56 persen (y/y) dan bahan baku atau bahan penolong sebesar 59,59 persen (y/y).

“Hal ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi industri di Indonesia serta ekspansi ekonomi Indonesia yang terus pulih,” ujarnya.

Impor Indonesia mendominasi struktur impor pada Agustus 2021 dengan impor bahan baku atau bahan penolong sebesar 74,2 persen dari total impor, disusul barang modal sebesar 14,47 persen dan barang konsumsi 11,33 persen.

Airlangga mengatakan struktur tersebut mengacu pada perekonomian Indonesia yang produktif dengan menciptakan nilai tambah yang lebih besar, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk re-ekspor.

Wartawan: Astrid Fadela Habiba
Editor: Bodhi Suyanto
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *