BI: Komitmen investasi internasional bersih Indonesia turun untuk kuartal kedua 2021
bi: komitmen investasi internasional bersih indonesia turun untuk kuartal kedua

BI: Komitmen investasi internasional bersih Indonesia turun untuk kuartal kedua 2021



Jakarta (Antara) – Bank Indonesia (BI) melaporkan Pusat Investasi Internasional Indonesia (PII) pada triwulan II tahun 2021 mencatat penurunan kewajiban bersih dari akhir triwulan I tahun 2021 sebesar $267,5 miliar (25,2% dari PDB). ) menjadi $267,5 miliar (25,2% dari PDB) $264,1 miliar (23,8% dari PDB).

Erwin Haryono, Direktur Utama BI Communications dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pertumbuhan posisi AFLN di Indonesia telah berkontribusi pada transaksi aset investasi langsung dan investasi lainnya, sehingga pada akhir triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 1,2 persen secara triwulanan (quarter to quarter/qtq ), dari 410,2 miliar dolar AS pada akhir triwulan sebelumnya menjadi 415,0 miliar dolar AS.

Baca Juga :   £10m Proyek DNA Lingkungan 'Mengubah Permainan' untuk Memetakan Kehidupan di Sungai Dunia Keanekaragaman Hayati

Selain faktor transaksi, kenaikan posisi AFLN juga didukung oleh faktor revaluasi akibat pelemahan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan kenaikan indeks ekuitas di sebagian besar negara pengguna aset.

Baca Juga: BI: Situasi Komitmen Investasi Internasional Indonesia Meningkat

Sementara itu, Irwin mengatakan, peningkatan posisi keuangan keuangan Indonesia disebabkan oleh aliran masuk modal asing berupa investasi langsung dan investasi portofolio yang naik 0,2% (qtq) dari US$677,7 miliar pada akhir kuartal I 2021 menjadi US$679,1 miliar. dolar. dolar AS pada kuartal kedua tahun 2021.

“Posisi pertumbuhan KFLN terutama disebabkan oleh meningkatnya aliran masuk modal asing baik dalam bentuk investasi langsung maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek peningkatan perekonomian lokal,” ujarnya.

Baca Juga :   $ 3.000 pertama saya sebulan dengan merek elektronik saya

Namun, tambahan kenaikan tersebut diperkirakan terkendala oleh revaluasi negatif nilai instrumen keuangan lokal seiring dengan penurunan harga saham beberapa perusahaan lokal.

Baca juga: BI: Posisi investasi internasional Indonesia membaik

BI melihat perkembangan PII Indonesia pada triwulan II tahun 2021 tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal, terbukti dengan struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh perangkat jangka panjang.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi COVID-19, antara lain didukung bauran kebijakan yang sinergis antara Bank Indonesia dan pemerintah. otoritas terkait.

“Namun, BI akan terus mewaspadai potensi risiko terkait dengan kewajiban PII bersih perekonomian,” pungkas Erwin.

Baca Juga :   Menko Erlanga: Perlu dukungan khusus untuk membangkitkan UMKM

Baca juga: LIPI: UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Perdagangan Internasional

Baca juga: Ketidakpastian global berkurang, PII bersih Indonesia meningkat

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Subagyo
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *