Dijadwalkan untuk meletakkan batu pertama bagi dua perusahaan asing KITB pada bulan Oktober
dijadwalkan untuk meletakkan batu pertama bagi dua perusahaan asing kitb

Dijadwalkan untuk meletakkan batu pertama bagi dua perusahaan asing KITB pada bulan Oktober



Agaknya setelah “peletakan batu pertama” KCC Glass pada 20 Mei, kegiatan yang sama akan dilanjutkan oleh LG Chem dan Wavin BV hingga pertengahan 2021.

BATANG (ANTARA) – Pembangunan dua perusahaan asing, LG Chem dari Korea Selatan dan Wavin BV dari Belanda di Batang Integrated Industrial Park, Jawa Tengah, dijadwalkan akan dimulai pada Oktober 2021.

Presiden Direktur Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso di Batang, Rabu, mengatakan jadwal “perintisan” pembangunan dua usaha besar potensial di KITB sudah ditunda akibat pandemi COVID-19 dan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).).

“Diasumsikan bahwa setelah “peletakan batu pertama” KCC Glass pada 20 Mei, kegiatan yang sama oleh kedua perusahaan LG Chem dan Wavin BV akan berlanjut pada pertengahan tahun 2021. Namun, karena epidemi, upacara peletakan batu pertama diadakan untuk pembangunan dua perusahaan asal Korea Selatan dan Belanda itu. Dijadwalkan Oktober 2021.”

Baca Juga :   Pasar Produk Obat Herbal 2022 Tren Masa Depan, Faktor Pertumbuhan Utama, Faktor Manufaktur, Analisis Peluang pada 2029 - Juru Bicara Oxford

Baca Juga: Menko Airlangga Targetkan Investasi Capai Rp 1.200 Triliun pada 2022

Nilai investasi LG Chem di KIT Batang sebesar 142 triliun rupee, dan Wavin BV sebagai produsen pipa plastik dari Belanda telah menginvestasikan 1,7 triliun rupee.

Dikatakannya, meski mulai bekerja ditunda, Pemkab Batang memastikan kegiatan rintisan pembangunan dua perusahaan asing itu akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Ia mengatakan rencananya LG Chem terlebih dahulu melakukan “pilot” di KITB, disusul Wavin BV. “Informasi dari BKPM, yang mungkin bisa segera ditindaklanjuti ‘flagship’ adalah LG Chem,” kata Wahyu Budi Santosa.

Dia membenarkan, berdasarkan informasi dari Bupati Batang, perusahaan asing tersebut diharapkan bisa berdiri pada Oktober 2021.

Baca Juga :   Mengapa rasio pentalan tidak lagi di GA4 dan apa yang diganti

“Nilai investasinya relatif besar. Luas perusahaan sekitar 150 hektare,” katanya.

Baca juga: Perangkat lunak open source berbasis risiko meningkatkan kemudahan berbisnis

Menurutnya, tidak ada masalah dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menjadi kewenangan Pemkab Batang, artinya semuanya sudah dilaksanakan.

“Untuk persyaratan izin lainnya, kami hanya membantu membayar karena kewenangan ada di pemerintah pusat. Izin IMB yang sudah selesai adalah Kantor Pameran Grand Batang City,” katanya.

Ia menambahkan, untuk KCC Glass, izin IMB masih dalam proses karena perusahaan asal Korea Selatan itu tidak mengizinkan warganya datang ke Indonesia terkait kebijakan PPKM tersebut.

Reporter: Qatanadi
Editor: Nusarina Uliastuti
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Related posts:

Sidang IPU di Bali, Dyah Roro Esti dorong pemuda kawal
Kita membutuhkan perwa...
Komitmen majukan UMKM Sarinah GPMN
...
Analisis Konsumsi Pasar Deodoran Organik dan Herbal, Tinjauan Bisnis dan Tren Mendatang|Produk EO, K...
pasar-organik-dan-her...
Berkah perajin dari pameran IKM Bali Bangkit dan Keketuaan G20
Sehingga KTT G20 adala...
Tingkatkan Kampanye SEO Anda Dengan Direktori Resmi
Ketika kebanyakan orang m...
PUPR: Istana Presiden dan Wapres di IKN harus dipisah demi keamanan
Kalau Istana Presiden ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.