Home / KHAZANAH

Minggu, 2 Mei 2021 - 07:41 WIB

Doa Tak Terlihat untuk Prajurit Nanggala yang Jatuh 402 TNI AL KRI


Dalam nama Allah Yang Maha Penyayang …

Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengabarkan bahwa salah satu alasan seseorang mendapatkan pahala kesyahidan adalah kematian karena tenggelam.

Investigasi pembunuhan, demi Tuhan, demi Tuhan, pukul Ahmed Shahid, muntah dengan pemukulan corong, tidak ada investigasi, bukan perut, mengguncang Ahmed syahid, syuhada jadi tenggelam

Dia yang mati di jalan Tuhan telah menjadi martir, siapa yang mati di jalan Tuhan adalah martir, dan mati karena wabah Thaun, dia telah menjadi martir. Dia yang mati karena tenggelam menjadi martir (HR. Muslim 1915).

Dalam Islam, tubuh seorang syuhada tidak dimandikan, dikuduskan, atau disembah. Sebagai Utusan Allah Shalallahu alaihi wa sallam Buat sahabat yang jatuh dalam pedang Uhud.

Lantas bagaimana hukum mendoakan jenazah rekan-rekan umat beriman yang tewas dalam kecelakaan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali?

Semua jenis kutipan

Pembaca yang budiman.

Ada tiga jenis kemartiran:

Pertama: kemartiran dunia ini dan akhirat

Mereka adalah orang-orang yang mati di medan dan niat mereka tulus dari Tuhan.

Jadi jenazahnya, dia tidak dimandikan, tidak dikuburkan, tidak sembahyang. Dia dikuburkan dengan luka dan pakaian yang dia kenakan selama pertempuran. Sebagai Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, lakukan dengan para syuhada Pertempuran Uhud.

Kedua, mati syahid di dunia ini, tapi bukan kemartiran di akhirat

Mereka adalah orang-orang yang mati dalam jihad, tapi bukan karena Tuhan. Seperti karena kemunafikan atau jawaban, atau hanya karena kepentingan duniawi. Orang-orang seperti ini di dunia menerapkan padanya hukum kemartiran, yang tidak berdoa, tidak belajar, atau mandi.

Baca Juga :   Remaja yang "membersihkan terus-menerus" menjadi selebriti di tempat cuci mobil

Tapi di akhirat tidak mencapai pahala kemartiran.

Ketiga: kemartiran di akhirat, bukan kemartiran di dunia ini

Artinya, orang mati karena alasan yang disebutkan dalam hadits sebelumnya. Di antara mereka, mereka mati karena tenggelam.

Dan mengingat status mereka sebagai martir hanya di akhirat, hukum orang yang mati sebagai pengganti kemartiran masih berlaku untuk mereka di dunia. Sehingga jenazahnya diperlakukan seperti jenazah umat Islam pada umumnya; Mereka mandi, menguburkan, dan berdoa.

Kesimpulan ini disampaikan oleh Al-Hafiz Al-Ayni, semoga Tuhan mengasihani dia, dalam biografi Syah Bakhoury. Walikota Continental dengan karyanya,

Itulah mengapa mereka membasuh dan melakukan apa yang dilakukan terhadap orang Muslim yang sudah meninggal

“Mereka syahid menurut Syariah, jadi mereka masih dimandikan, dan mereka umumnya diperlakukan sebagai mayat Muslim” (Al-Qari memperpanjang biografi Shah Al-Bukhari, 14/180).

Kriteria jenazah yang diresepkan adalah doa untuk yang ghaib

Berdoa yang tak terlihat diresepkan untuk jenazah yang tidak bisa didoakan oleh seorang Muslim. Karena hukum kedagingan adalah kewajiban yang cukup. Seseorang harus berdoa, meskipun hanya satu orang, agar kewajiban itu dibatalkan. Jika tidak ada yang berdoa, semua Muslim bisa berdosa.

Imam Al-Khatti, semoga Tuhan mengasihani dia, berkata:

Jangan sholat tanpa kehadiran kecuali terjadi kematian di tanah di mana tidak ada sholat untuknya, dan Asthassanh Alruyana dari Syafi’i, dan menerjemahkan Abu Dawud dalam “Sunan”, dia berkata: sholat diikuti oleh pintu umat Muslim syirik di negara lain

Sholat supranatural hanya dilakukan untuk mereka yang meninggal di tempat yang tidak ada yang shalat. Pendapat ini dianggap oleh al-Ruwiani dari mazhab al-Siyafiyya sebagai baik. Imam Abu Dawud sampai pada kesimpulan ini sebagai judul salah satu bab dari Buku Sunan “Bab tentang doa bagi seorang Muslim yang tinggal di antara orang-orang kafir di negara lain.”

Baca Juga :   KISAH RASULULLAH ﷺ Bagian 19 Hilful Fudhul

Anak buah KRI Nanggala tewas di laut. Agar tidak ada yang mendoakan tubuh mereka di mana mereka meninggal. Dalam hal ini, kriteria diperbolehkannya sholat tak kasat mata bagi para sahabat setia awak KRI Nanggala 402 terpenuhi.

Semoga Tuhan menerima rekan-rekan seiman kita yang jatuh dalam kecelakaan KRI Nanggala 402 tenggelam, mengampuni dosa-dosanya dan menerima mereka sebagai syuhada.

Wallahua’lam bis showab.

***

Penulis: Ahmad Anshori Lc

Artikel: Muslim atau

Sahabat Muslim, mari berdakwah bersama kami. Insya Allah setiap artikel yang Anda baca bisa menjadi pahala bagi kita semua. Donasi Sekarang.





Source link

Share :

Baca Juga

Al Quran

ISLAM

Tafsir Juz ‘Amma – Bagian Kelima Belas
Apakah Fidyah Wajib Bagi Ibu Hamil dan Menyusui Jika Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan? (Seksi 2)

KHAZANAH

Apakah Fidyah Wajib Bagi Ibu Hamil dan Menyusui Jika Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan? (Seksi 2)
Sirah Nabawiyah, Kisah nabi Muhammad SAW

HISTORY

KISAH RASULULLAH ﷺ Bagian 22 Perasaan Khadijah
Sirah Nabawiyah, Kisah nabi Muhammad SAW

HISTORY

KISAH RASULULLAH ﷺ Bagian 23 Sifat Muhammad ﷺ
Hukum basmalah saat memulai wudhu

KHAZANAH

Hukum basmalah saat memulai wudhu
Al Quran

ISLAM

Tafsir Juz ‘Amma – Bagian Keenam Surat An-Naba Ayat 23 – 30
Al Quran

ISLAM

Tafsir Juz ‘Amma – Bagian Kelima Surat An-Naba Ayat 17 – 22
kisah adam, adam dan hawa, adam, hawa, keturunan adam, Adam, Manusia Pertama, Bagaimana Penciptaan Adam Manusia Pertama

HISTORY

Penciptaan Adam Manusia Pertama