Ekonom: Kontribusi digitalisasi terhadap penghimpunan Zakat meningkat 24 persen
ekonom: kontribusi digitalisasi terhadap penghimpunan zakat meningkat 24 persen

Ekonom: Kontribusi digitalisasi terhadap penghimpunan Zakat meningkat 24 persen



Jakarta (Antara) –

Pemantau Ekonomi Syariah, Irfan Syuki Beg mengatakan, kontribusi kanal digital terhadap penghimpunan zakat meningkat 24 persen dalam empat tahun terakhir.

Dijelaskannya, pada 2016, saluran digital baru menyumbang 1 persen dari total penghimpunan zakat. Nilai ini akan naik menjadi 24 persen pada tahun 2020.

“Pada tahun 2020, kami bekerja sama dengan lebih dari 80 mitra digital untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan kami juga bekerja mengembangkan augmented reality untuk donasi. Ternyata memiliki kontribusi yang luar biasa untuk pengumpulan zakat,” kata Irfan. Badan Zakat Nasional (BAZNAS) pada webinar Literasi Keuangan dan Ekonomi Syariah (Likes) terlihat di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, berbagai pendekatan yang dilakukan Baznas untuk mendigitalkan pengelolaan zakat, antara lain mengembangkan platform baik website maupun aplikasi mobile yang saling terintegrasi, berkolaborasi dengan platform digital komersial dan sosial lainnya, serta berkolaborasi dengan financial technology.

Selain itu, kampanye interaktif digital dilaksanakan melalui pengembangan kecerdasan buatan dan media sosial Biznass.

Tidak hanya mengumpulkan dan menyalurkan zakat, katanya, Baznas juga membuat aplikasi digital untuk mengembangkan bisnis ritel dengan uang zakat yang terkumpul.

Menurutnya, digitalisasi dalam keuangan syariah, termasuk pengelolaan zakat, menjadi wajib karena generasi muda yang mendominasi penduduk Indonesia sangat bergantung pada teknologi.

Oleh karena itu, sistem keuangan syariah perlu menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.

Wartawan: Sania Dinda Susanti
Editor: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *