Home / INTERNET

Minggu, 13 Februari 2022 - 10:02 WIB

Eksploitasi pertambangan diminta jangan ganggu produksi pertanian

eksploitasi pertambangan diminta jangan ganggu produksi pertanian

eksploitasi pertambangan diminta jangan ganggu produksi pertanian



Dengan tanah yang sangat subur ini menjadikan masyarakat Desa Wadas berprofesi sebagai petani dan bergantung hidup di tanah dan alam

Jakarta (ANTARA) – Berbagai aktivitas eksploitasi pertambangan yang tidak boleh mengganggu, terutama sampai mengganggu warga produksi pertanian yang bergantung pada penghidupannya di sektor.

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengingatkan adanya kerusakan alam, yang disebabkan ulah manusia pada bencana alam, yang sangat membahayakan kehidupan makhluk sendiri manusia.

Akmal mengemukakan hal itu terkait peristiwa di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, yang menyangkut potensi ancaman kerusakan tanah untuk pertanian akibat pertambangan.

“Saya setuju dengan pandangan beberapa lembaga pemerhati lingkungan hidup, rencana eksploitasi tanah bukit Desa Wadas, bila tetap akan dilaksanakan akan sangat mengganggu produksi pertanian,” katanya.

Baca Juga :   Upaya Peningkatan Produksi dan Konsumsi Kopi Lampung

Apalagi, lanjutnya, Wadas merupakan desa dengan tanah yang diberkahi kesuburan dan sangat produktif menghasilkan produk pertanian maupun perkebunan.

“Dengan tanah yang sangat subur ini menjadikan masyarakat Desa Wadas berprofesi sebagai petani dan hasil hidupnya hidup di tanah dan alam,” tutur Akmal.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengagendakan tiga hal untuk menyelesaikan polemik terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Benerre, Kabupaten Purwo

“Agenda tiga itu adalah evaluasi, pendekatan agar tidak terjadi kekerasan, dan pemulihan kondisi warga agar kembali guyub rukun,” kata Ganjar usai bertemu dengan Anggota di Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di rumah 22/22 ).

Ganjar menjelaskan evaluasi teknis yang dilakukan antara lain terkait isu lingkungan dan penambangan, yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai institusi yang mengerjakannya.

Baca Juga :   Kontraktor migas perlu insentif untuk merangsang produksi

“Insya Allah, kami akan masuk, saya senang tadi ada informasi KPAI mau dijak masuk itu bagus, nanti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga kami minta untuk masuk,” ujarnya.

Untuk itu, Ganjar akan kembali mengunjungi Desa Wadas dalam waktu dekat untuk membangun komunikasi dengan warga setempat. “Kami juga akan coba ngobrol dengan warga betul-betul nyaman bisa berkomunikasi,” ucapnya.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR RI temui warga Desa Wadas
Baca juga: DPR: Pendekatan Represif di Desa Wadas Tak Seperti Program Presisi
Baca juga: Menko Polhukam memastikan pengukuran tanah di Wadas tetap berlanjut

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
HAK CIPTA © ANTARA 2022



Source link

Share :

Baca Juga

Menparekraf untuk tips mengembangkan UMKM di Ambon

INTERNET

Menparekraf untuk tips mengembangkan UMKM di Ambon
PEN & Pemkot Banjarmasin menjalin kerjasama dalam sosialisasi

INTERNET

PEN & Pemkot Banjarmasin menjalin kerjasama dalam sosialisasi
Saham Australia ditutup lebih rendah, terseret oleh bank dan penambang

INTERNET

Saham Australia ditutup lebih rendah, terseret oleh bank dan penambang
Masa depan media sosial dan game saling terkait

INTERNET

Masa depan media sosial dan game saling terkait
IHSG ditutup melemah di bawah tekanan aksi profit taking

INTERNET

IHSG ditutup melemah di bawah tekanan aksi profit taking
Para ahli menggambarkan penurunan kredit berisiko BNI sebagai pertanda positif

INTERNET

Para ahli menggambarkan penurunan kredit berisiko BNI sebagai pertanda positif
12 contoh buletin email yang menginspirasi untuk dipelajari

INTERNET

12 contoh buletin email yang menginspirasi untuk dipelajari
Bercucur peluh sambil bergembira menoruni bukit di Gunung Pinang

INTERNET

Bercucur peluh sambil bergembira menoruni bukit di Gunung Pinang