Home / KHAZANAH

Sabtu, 8 Mei 2021 - 07:17 WIB

Fatwa ulama: hukum membayar zakat kepada kerabat


Fatwa Syekh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr

Pertanyaan:

Bisakah saya membayar zakat kepada saudara saya?

Menjawab:

Zakat bisa dibayarkan kepada kerabat jika mereka termasuk orang miskin. Namun perlu dicatat bahwa kerabat memiliki hak atas harta benda selain zakat. Jika harta Anda sangat kecil sehingga zakat yang Anda bayarkan juga kecil, maka Anda tidak bisa memberikan sebagian dari harta Anda (selain zakat) kepada kerabat, lalu beri dia zakat. Sebaliknya, mereka (kerabat) lebih penting daripada yang lain dalam membayar zakat kepada mereka.

Namun jika harta benda Anda besar, maka sanak saudara memiliki hak selain zakat. Tidak dibolehkan siapapun menggunakan zakat sebagai tameng (dalih) untuk tidak memberikan hartanya (selain zakat) kepada sanak saudara. Beberapa orang tidak diberikan hak yang harus mereka penuhi, dengan alasan telah membayar zakat. Mereka bilang: Zakat pasti akan dikeluarkan. Ketika saya tidak membayar mereka zakat, saya memberi mereka harta lain (biaya) selain zakat. Tapi jika saya hanya memberi mereka zakat, harta saya akan langgeng. ”. Seperti ini tidak mungkin.

Baca Juga :   'Jika dia memiliki masalah, dia datang kepada saya': pensiunan pekerja perawatan membantu memerangi kesepian lokal | Persahabatan

Tidak dibolehkan seseorang mengambil zakat sebagai tameng hartanya. Ini seperti orang yang memiliki hutang kepada seseorang yang kesulitan melunasi hutang. Maka utangnya adalah zakat. Dia berhutang pada orang miskin dengan menghitung zakat untuk mereka. Ini juga tidak mungkin.

Kesimpulannya, kerabat memiliki hak selain zakat. Jika hartanya besar, ia harus memberikan sebagian hartanya sebagai tunjangan kepada kerabatnya, dan ia tidak menjadikan zakat sebagai alasan untuk menjaga keutuhan hartanya.

Juga tidak dibolehkan seseorang memotong zakat hutangnya dari orang miskin. Misalnya, dia berkata, “KPaman saya (orang miskin) berhutang 1000 riyal, dan zakatnya 500 riyal. Saya potong 500 riyal, dan sisa utang Anda 500 riyalDan karena itu maknanya maka ia mengambil pelunasan hutangnya dari zakat, diasumsikan ia memberikan sebagian hartanya kepada fakir dan miskin, dan ia tidak menjadikan zakat sebagai pengganti hutangnya.

Baca Juga :   Olimpiade Tokyo: Direktur Jenderal WHO berbicara kepada Komite Olimpiade Internasional

Mufti:

Syekh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr Hafiz Allah SWT

(Ahli hadis, ahli hukum, guru di Masjid Nabawi Asyariv. Presiden Universitas Islam Madinah [1384-1399 H])

Link Fatwa: http://iswy.co/e40k1

Penerjemah: Muhammad Fadli Sh.

Sahabat Muslim, mari berdakwah bersama kami. Insya Allah setiap artikel yang Anda baca bisa menjadi pahala bagi kita semua. Donasi Sekarang.





Source link

Share :

Baca Juga

Al Quran

ISLAM

Pahami Dulu Bagaimanakah Cara Tafsir Al Qur’an
Pelaku Teror yang Menyesatkan Bertopeng Jihad (Bagian Dua)

KHAZANAH

Pelaku Teror yang Menyesatkan Bertopeng Jihad (Bagian Dua)
Dampak Nama dan Sifat Allah terhadap Umat Muslim yang Beriman (Bagian Pertama).

KHAZANAH

Dampak Nama dan Sifat Allah terhadap Umat Muslim yang Beriman (Bagian Pertama).
Penjelasan hadits (Mendesak orang-orang kafir).

KHAZANAH

Penjelasan hadits (Mendesak orang-orang kafir).
Sirah Nabawiyah, Kisah nabi Muhammad SAW

HISTORY

KISAH RASULULLAH ﷺ Bagian 4 Harta Abdul Muthalib
Sirah Nabawiyah, Kisah nabi Muhammad SAW

HISTORY

KISAH RASULULLAHﷺ Bagian 7 Penyerbuan Tentara Abrahah
Al Quran

ISLAM

Tafsir Juz ‘Amma – Bagian Kesembilan Belas
Bisakah Anda Berbuka Puasa Karena Niat?

KHAZANAH

Bisakah Anda Berbuka Puasa Karena Niat?