Home / GADGET

Selasa, 29 November 2022 - 21:56 WIB

Harga miring salah satu indikasi ponsel ber-IMEI ilegal



Perlu kesadaran untuk tidak membeli barang-barang yang nyata tidak resmi

Jakarta (ANTARA) – Harga yang jauh lebih murah (miring) dibandingkan harga di gerai resmi bisa menjadi indikasi ponsel memiliki nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang ilegal.

“Perlu kesadaran untuk tidak membeli barang-barang yang secara nyata tidak resmi,” kata Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Indonesia menerapkan aturan registrasi IMEI sejak 2020, yaitu nomor IMEI ponsel yang dijual secara resmi di Indonesia harus terdaftar pada sistem Centralized Equipment Identity Register (CEIR).

Baca juga: Registrasi IMEI kurangi peredaran ponsel ilegal

Jika IMEI tidak terdaftar pada sistem CEIR, maka ponsel tidak dapat tersambung ke sinyal seluler. Aturan registrar IMEI dibuat untuk mengatasi peredaran ponsel ilegal, yang dapat merugikan negara, produsen, dan konsumen.

Baca Juga :   Cara memotret bulan di ponsel atau kamera Anda, dan pengaturan terbaik untuk digunakan | Fotografi

Meski aturan sudah dibuat seketat mungkin, selalu ada pihak yang mencari celah, mulai dari menyediakan jasa membuka (membuka kunci) nomor IMEI sampai menjual ponsel dengan nomor IMEI yang tidak resmi dijual di Indonesia.

Ponsel dengan nomor IMEI ilegal itu sering dijual dengan harga yang jauh lebih murah dengan yang resmi, terutama untuk ponsel premium. ATSI mengajak masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan ponsel ilegal yang harganya murah.

Menurut ATSI jika konsumen secara sadar tidak membeli barang yang ilegal, maka lambat laun barang ilegal akan hilang dari pasaran.

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) sebelumnya mengatakan regulasi registrasi IMEI efektif untuk mengatasi peredaran ponsel ilegal hingga dihilangkan 100 persen. Sebelum mendaftarkan IMEI, asosiasi menemukan sekitar 600.000 unit ponsel ilegal masuk ke Indonesia setiap bulan.

Baca Juga :   Turki berusaha melindungi warganya saat harga energi global naik

Data Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan ada 962 penindakan untuk kasus penyelundupan ponsel pada 2018-2019, ketika belum ada pencatat IMEI.

Pada 2020-2022, yang masih berjalan, mencatat penyelundupan ponsel menurun ke angka 361.

Baca juga: APSI: Registry IMEI efektif tangkal ponsel ilegal

Baca juga: Bea Cukai Kepri musnahkan ponsel dan rokok ilegal senilai Rp10 miliar

Baca juga: Kemenperin: Pendaftaran Tanda IMEI Produk ponsel bisa diintegrasikan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2022



Source link

Share :

Baca Juga

Samsung akan memasang 70 persen layar OLED iPhone 14

GADGET

Samsung akan memasang 70 persen layar OLED iPhone 14
Xiaomi Pad 5 Resmi Diluncurkan di Indonesia, Berapa Harganya?

GADGET

Xiaomi Pad 5 terjual habis dalam waktu kurang dari 10 menit di Eropa
Seri realme 10 menyapa pasar global pada November 2022

GADGET

Seri realme 10 menyapa pasar global pada November 2022
Olike Song X, earbud mini dan unik dengan kualitas suara penuh

GADGET

Olike Song X, earbud mini dan unik dengan kualitas suara penuh
Mengapa menurut Anda ponsel Snapdragon 8 Gen 2 memiliki daya yang cukup?

GADGET

Mengapa menurut Anda ponsel Snapdragon 8 Gen 2 memiliki daya yang cukup?
vivo umumkan siap rilis lini seri S10

GADGET

vivo mengumumkan kesiapannya untuk meluncurkan lini seri S10
Apple luncurkan iMac dan iPad Pro chip M1

GADGET

Apple meluncurkan chip iMac dan iPad Pro M1
OPPO Watch dilengkapi dengan sensor irama detak jantung

GADGET

OPPO Watch dilengkapi dengan sensor irama detak jantung