Home / INTERNET

Minggu, 10 Oktober 2021 - 08:29 WIB

Kemenkop dan UKM siap menjadi mesin pengembangan pasar produk bambu

kemenkop dan ukm siap menjadi mesin pengembangan pasar produk bambu

kemenkop dan ukm siap menjadi mesin pengembangan pasar produk bambu



Jakarta (Antara) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Arif Rahman Hakim mengatakan pihaknya siap menjadi motor penggerak pengembangan pasar produk bambu.

Pasalnya, kata dia, sudah ada payung hukum terkait penggunaan 40 persen anggaran untuk pembelian barang dan jasa bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Produk bambu harus masuk katalog. Bisa dibantu melalui asosiasi yang berkomunikasi dengan KemenkopUKM agar bisa ditautkan ke katalog, baik pemerintah daerah (Pemda) atau LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Jasa Pemerintah), hingga BUMN,” ujarnya saat diwawancarai anggota Asosiasi Bambu Dunia Sukabumi, di Sukabumi, Jawa Barat, seperti yang disampaikan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Dikatakannya, pihaknya tertarik dengan usaha mikro, kecil dan menengah yang memiliki potensi ekspor untuk dapat menghasilkan usaha mikro, kecil dan menengah untuk naik kategori, dan produk bambu dinilai memiliki potensi pasar yang baik baik di dalam negeri. dan di luar negeri.

Dalam hal ini, Arif menilai yang harus diperhatikan dalam mengembangkan produk UMKM adalah model bisnisnya, terutama yang berkaitan dengan agregator dan layanan. siapa yang mengambil

“Sebenarnya tujuan kita pasti bisa ekspor sendiri, tapi bertahap. Langkah pertama mencari mitra. Ini bisa dibantu Kemenkop-UKM sehingga bisa mencari mitra yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Apalagi, kata Arif, saat ini Indonesia sedang mengembangkan desa wisata. Oleh karena itu, pembangunan rumah bambu dan balkon juga sejalan dengan program pengembangan desa wisata.

Baca Juga :   NHPC dan BSHPC menandatangani perjanjian untuk membangun proyek pembangkit listrik tenaga air 130,1 MW di Bihar Energy News, ET EnergyWorld

Setelah melihat potensi nyata di bidang ini, di Utara akan diberikan dukungan agar kerajinan bambu yang sudah memiliki pasar ini menjadi lebih baik dari segi pemasaran baik lokal maupun internasional.

Menurut Arif, bisa dimulai dari Pemda Sukabumi yang menggunakan produk bambu seperti menggunakan joglo atau kafe-kafe di Pemda yang terbuat dari bambu, agar nantinya daerah lain bisa mengikuti, terutama yang memiliki wisata alam.

Nantinya, dikatakan Kemenkop-UKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memiliki program pengembangan desa wisata.

Sebagai langkah awal, Arif menyarankan agar mereka mempelajari peluang yang ada.

“Peluang pertama terkait dengan pendanaan yang telah diberikan melalui program pemerintah yang dapat dimanfaatkan selama ini,” kata Aref.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Bambu Sukabumi Dunia, Agus Ramdhani, ingin mengintegrasikan produk kerajinan Sukabumi dengan budaya digitalisasi dan literasi untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Namun, dia mengaku belum memiliki teknologi tepat guna dan harganya pun belum ekonomis. Diakuinya, jika ada teknologi tepat yang benar-benar bekerja, akan lebih efektif.

Agus menambahkan, dari 100 anggota serikat pekerja, sebagian besar sudah memiliki nomor induk komersial (NIB). Bahkan disebutkan produk yang dihasilkan juga diekspor ke negara-negara di Timur Tengah.

“Bambu sudah punya pasar, terutama di Timur Tengah. Harga ekspor maksimal $2, kalau perajin bisa berkembang hanya mendapat $2,” katanya.

Jenis produk yang diekspor mulai dari tali, gantungan kunci, hingga barang-barang perabot rumah tangga dasar.

Baca Juga :   Kemenkop: Pertanian terpadu jadi jalan keluar atas kebutuhan pangan

Asosiasi tersebut juga disebut-sebut memiliki 13 produk turunan bambu, antara lain rebung yang diolah menjadi sayuran, keripik dan tepung.

Setelah itu, perlengkapan hotel seperti sendok garpu hingga sikat gigi yang dipesan oleh hotel adalah 500 buah per bulan seharga Rs 1.000.

Oleh karena itu, Agus mengatakan pihaknya membutuhkan teknologi yang tepat agar dapat menekan biaya produksi secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Berkat Media Sosial, Produk Tenun Gianyar merambah Spanyol dan Italia
Baca juga: LPEI-Kemenkeu Gandeng Latih UMKM di Kawasan Timur Indonesia Masuk Pasar Ekspor
Baca juga: Dorong Promosi Produk Lokal, Kemendag Buka Kantor Baru ITPC di Dubai

Reporter: M. Baqer Edros Al-Attas
Redaktur: Faisal Yunyanto
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Share :

Baca Juga

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kediri Manfaatkan Akses Kornia ke Pinjaman Bunga Rendah

INTERNET

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kediri Manfaatkan Akses Kornia ke Pinjaman Bunga Rendah
Bentley Residences Miami Memiliki Lift Yang Mengangkat Mobil Anda Ke Kondominium Anda

INTERNET

Bentley Residences Miami Memiliki Lift Yang Mengangkat Mobil Anda Ke Kondominium Anda
Singapura mendaftarkan perusahaan cek kosong pertama di bursa saham

INTERNET

Singapura mendaftarkan perusahaan cek kosong pertama di bursa saham
Siapa pemasar sih? Siapa pemasar sih?

INTERNET

Siapa pemasar sih? Siapa pemasar sih?
Kenaikan Avtur berdampak pada harga tiket pesawat di Papua

INTERNET

Kenaikan Avtur berdampak pada harga tiket pesawat di Papua
UKM disarankan untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang

INTERNET

UKM disarankan untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang
Selanjutnya memperbarui algoritme pencarian situs, menambahkan opsi pengalaman

INTERNET

Selanjutnya memperbarui algoritme pencarian situs, menambahkan opsi pengalaman
Shetib Al-Basri: Pertumbuhan ekonomi 5,2 persen bisa dicapai pada 2022

INTERNET

Shetib Al-Basri: Pertumbuhan ekonomi 5,2 persen bisa dicapai pada 2022