Kementerian ESDM membentuk tim persiapan pembangunan PLTN
kementerian esdm membentuk tim persiapan pembangunan pltn

Kementerian ESDM membentuk tim persiapan pembangunan PLTN



Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan keputusan untuk membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pengaturan kelembagaan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir

Jakarta (Antara) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membentuk tim persiapan terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.

“Sekarang Menteri ESDM telah mengeluarkan keputusan untuk membentuk tim terkait penyiapan penataan kelembagaan pembangunan PLTN,” kata Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Dadan Kosdiana di Jakarta, Senin.

Dalam pembangunan PLTN untuk kepentingan komersial di Indonesia, pemerintah telah menjalin kerjasama internasional.

Pada tahun 2021, Kementerian ESDM melakukan pendataan beberapa vendor dan teknologinya, terutama untuk PLTN skala kecil.

Hal ini, menurut Dadan, sejalan dengan tujuan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Baca Juga :   "They Play Chicken": Inside The Mark Zuckerberg & Tim Cook Runner | Mark Zuckerberg

Ia juga mengungkapkan, pemerintah telah melakukan berbagai kajian dan kajian terkait rencana pembangunan PLTN di wilayah Bangka Belitung dan Kalimantan.

Namun, sejauh ini pemerintah belum secara tegas menunjukkan lokasi pembangunan PLTN tersebut.

“Belum ada penentuan lokasinya,” kata Dadan.

Dia mengatakan, nilai investasi pembangunan PLTN tergantung dari kategori pembangkit, teknologi yang digunakan, dan kapasitas listrik yang dihasilkan.

Dadan juga mengklarifikasi bahwa ada yang mengatakan harga listrik nuklir sangat menarik karena berkisar antara 9 hingga 10 sen AS per kilowatt-hour. Bahkan, ada yang mengatakan itu bisa mencapai 7 sen per kilowatt-jam.

“Dari segi harga memang sudah mulai sangat menarik, tapi dari pemerintah sesuai regulasi yang ada, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan ini yang terbaik secara teknologi. memperbaiki Sudah ada contoh komersial.”

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengembangkan tenaga nuklir sebagai sumber energi alternatif untuk menyediakan listrik di masa depan. Opsi penggunaan listrik nuklir dijadwalkan mulai tahun 2045 dengan kapasitas 35 gigawatt pada tahun 2060.

Baca Juga :   Eric Thohir: TOD Cisauk Point Solusi Perumahan untuk Milenial

Saat ini, langkah-langkah yang tertuang dalam dokumen RPJMN 2020-2024 terkait dengan pengembangan PLTN, yaitu penelitian dan pengembangan, peningkatan penguasaan teknologi, membangun kerjasama, analisis multi kriteria dan penyusunan roadmap energi nuklir.

Baca juga: Pemerintah Inspeksi Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bangka Belitung dan Kalimantan

Baca juga: Ambisi Clean Stunning Project dari Pensiunnya PLTU Menjadi Tenaga Nuklir

Baca juga: Anggota DPR Rekomendasikan Pembentukan Lembaga Program Tenaga Nuklir

Baca juga: Pakar: Energi Nuklir Pastikan Ketahanan Energi dan Dukung Energi Bersih

Wartawan: Sugiharto Purnama
Editor: Ahmed Bashoury
Hak Cipta © Antara 2022



Source link

Related posts:

Komitmen majukan UMKM Sarinah GPMN
...
Berkah perajin dari pameran IKM Bali Bangkit dan Keketuaan G20
Sehingga KTT G20 adala...
Tingkatkan Kampanye SEO Anda Dengan Direktori Resmi
Ketika kebanyakan orang m...
PUPR: Istana Presiden dan Wapres di IKN harus dipisah demi keamanan
Kalau Istana Presiden ...
OJK: Transformasi IKNB telah sesuai dengan pengawasan berbasis risiko
Sampai saat ini (trans...
Para Ahli Menimbang – Bagian I
Optimisasi mesin pencari a...

Leave a Reply

Your email address will not be published.