Home / INTERNET

Kamis, 24 November 2022 - 11:20 WIB

Menko: Produksi Nasional Harus Mendukung Infrastruktur Infrastruktur Listrik



Semuanya butuh mesin, peralatan, dan perlengkapan. Terlebih sekarang Indonesia sedang melakukan transisi energi yang akan membentuk banyak perubahan di sektor ketenagalistrikan.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai seluruh pihak perlu mendorong produksi nasional agar bisa mendukung tantangan besar dalam infrastruktur kelistrikan.

“Semuanya butuh mesin, peralatan, dan perlengkapan. Terlebih sekarang Indonesia sedang melakukan transisi energi yang akan membentuk banyak perubahan di sektor ketenagalistrikan,” kata Airlangga saat menyampaikan arahan pada pembukaan Penggerak PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) 2022seperti dikutip dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, dan pertambahan penduduk, pasokan tenaga listrik yang andal dan mencukupi menjadi sangat penting untuk disediakan sebagai penopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca Juga :   Aturan perdagangan telah menggagalkan upaya global untuk memerangi Covid. WTO harus memberikan vaksin IP goyah | Patricia Rand

Dengan demikian, katanya, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi terus dilakukan pemerintah dengan melibatkan peran BUMN, swasta, dan masyarakat.

Baca juga: Dirut PLN mengungkapkan sudah belanjakan Rp200 triliun buat industri lokal

Pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri di berbagai proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Oleh karena itu, pemerintah secara bertahap terus mendorong produsen dalam negeri untuk dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan barang atau jasa di sektor ketenagalistrikan.

Komponen utama kelistrikan yang dulu hanya bisa diimpor, kini sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Anggaran belanja yang sebelumnya mengalir ke luar negeri, kini didorong untuk mengalir dan berputar di dalam negeri.

Pemerintah mengapresiasi upaya PLN dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas target tahun ini, yaitu 49 persen dari target 42 persen, sehingga diharapkan TKDN dapat terus didorong dan ditingkatkan lagi.

Baca Juga :   Anak perempuan harus dididik, bukan dimutilasi. Pemotongan wanita harus diakhiri, sekarang | Waris Diri

Baca juga: Airlangga: Indonesia bisa jadi raja energi susul raja minyak Saudi

Menurut Airlangga, Jika konsistensi partikelnya adalah komponen dalam negeri, maka transisi energi yang dilaksanakan PLN ke depan bisa jadi mendorong munculnya industri dan ekonomi baru nasional.

“Peningkatan produk dalam negeri di sektor ketenagalistrikan merupakan tantangan bersama, TKDN terus diupayakan untuk mencapai target. Menuju tahun 2024 diharapkan TKDN mencapai minimal 50 persen, sehingga membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak,” ujarnya.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Nusarina Yuliastuti
HAK CIPTA © ANTARA 2022



Source link

Share :

Baca Juga

Pertamina melepas 206 bayi penyu di Cilacap

INTERNET

Pertamina melepas 206 bayi penyu di Cilacap
Kementerian Keuangan menyediakan ruang kerja kolaboratif untuk efisiensi ruang

INTERNET

Kementerian Keuangan menyediakan ruang kerja kolaboratif untuk efisiensi ruang
DKP Garut dorong petani kembangkan produk pangan bersertifikat

INTERNET

DKP Garut dorong petani kembangkan produk pangan bersertifikat
Menko Teten luncurkan ekspor batu bara skala kecil dan menengah ke Hong Kong dan Irak

INTERNET

Menko Teten luncurkan ekspor batu bara skala kecil dan menengah ke Hong Kong dan Irak
Siapa yang mengira Anda didorong oleh pelanggan, Anda atau pelanggan Anda?

INTERNET

Siapa yang mengira Anda didorong oleh pelanggan, Anda atau pelanggan Anda?
Mendag: Masyarakat tak perlu khawatir harga beras naik

INTERNET

Mendag: Masyarakat tak perlu khawatir harga beras naik
Asuransi Jiwa Berjangka vs Seumur Hidup: Mana yang Lebih Baik?

INTERNET

Asuransi Jiwa Berjangka vs Seumur Hidup: Mana yang Lebih Baik?
Pansus DPD: Saatnya hapus pembayaran bunga obligasi rekap BLBI

INTERNET

Pansus DPD: Saatnya hapus pembayaran bunga obligasi rekap BLBI