Museum Nasional Indonesia mengadakan tur virtual untuk merayakan Hari Anak



Jakarta (Antara) – Museum Nasional Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar tur virtual yang didedikasikan untuk anak-anak bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional, Jumat (23)/ 7).

Acara edukasi untuk anak-anak diadakan secara gratis dengan memasukkan link bit.ly/tapvtrori3, dan dilaksanakan pada pukul 10.00-11.30 WIB.

“Untuk Galeri Nasional Indonesia, virtual tour ini merupakan yang pertama yang ditujukan khusus untuk anak-anak. Tentunya materi virtual tour juga disesuaikan. Anak-anak akan diajak belajar tentang seni rupa dengan bahasa yang mudah dipahami. dipahami dan tentunya dirangkai semenarik mungkin agar anak-anak tertarik untuk belajar,” ujarnya Kepala Galeri Nasional Indonesia, Bustanto, dalam siaran persnya, Kamis.

Baca juga: Menteri PPPA Serukan Peringati Hari Anak Melalui Permainan Tradisional

Dalam tur virtual ini, Galeri Nasional Indonesia menggandeng seorang bapak Asia untuk memperkenalkan program Kemendikbudristek kepada anak-anak Indonesia dengan tujuan untuk mempromosikan bisnis dan kreativitas.

Melalui program pendidikan Ditjen Kebudayaan ini, ASEAN Apuan Indonesia berharap dapat membantu masyarakat Indonesia, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk mengenal kekayaan warisan budaya Indonesia sejak dini.

Baca Juga :   Kepala manusia besar di sumur Tiongkok memaksa para ilmuwan untuk memikirkan kembali evolusi | antropolog

Di bawah bimbingan tim Galeri Nasional Indonesia termasuk Aola Romadhona, Tunggul Setiawan dan Desy Novita Sari, virtual tour mengajak peserta untuk belajar tentang karya seni dan kepribadian melalui pameran tetap koleksi Museum Nasional Indonesia.

Pameran ini dihadirkan melalui tiga pendekatan kuratorial. Pertama, ingat MONUMEN, yang menampilkan karya-karya koleksi GNI dalam konteks perkembangan sejarah nasional. Kedua, Paris 1959 Jakarta 1995, yang terdiri dari koleksi internasional GNI yang diperoleh dari dua peristiwa penting, yaitu hibah untuk seniman internasional yang berada di Paris pada tahun 1959 melalui atase budaya dan jurnalistik Ilen Surianegara, dan hibah untuk seniman peserta Non- – Pameran Gerakan Blok di Jakarta.

Ketiga, KODE/D merupakan pameran tematik yang rutin memamerkan sejumlah koleksi dari 20 tahun perolehan Seni Rupa GNI pada rentang 1999-2019.

Khusus untuk virtual tour ini, karena pesertanya adalah anak-anak, maka karya-karya yang dipilih untuk ditampilkan dalam virtual tour ini adalah karya-karya dengan benda-benda yang dekat dengan anak-anak atau yang sering ditemui anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti figur ibu, kakak, adik. , tumbuhan, hewan atau pasar. Atau kapal, atau bentuk atau warna geometris.

Baca Juga :   Para menteri didesak untuk mempertahankan beberapa pembatasan COVID setelah 19 Juli karena peningkatan kasus yang 'mengkhawatirkan' | Virus corona

Benda-benda tersebut terdapat pada karya Raden Salih “Kapal Tenggelam”, Basuki Abdullah “Kakak”, Afandi “Ibu”, Cartono Yodokusumu “Anggrek”, Sorumu DS “Basar”, Bobo Iskandar “Kucing”, Kejadian Handrio “” , dan karya-karya tokoh penting lainnya yang memberikan kontribusi bagi perkembangan seni rupa Indonesia.

Bustanto mengatakan, virtual tour ini tidak hanya dapat menghidupkan kembali perayaan Hari Anak Nasional 2021 dengan tema “Anak-anak Terlindungi, Indonesia Maju”, tetapi juga sebagai sarana untuk mengajarkan seni kepada anak-anak.

Selain itu, dari karakter dan juga karya-karya yang dihadirkan diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Untuk mendampingi anak-anak seperti orang tua dan guru, diharapkan materi virtual tour ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mengenalkan seni rupa kepada anak.

Baca Juga :   Yang perlu diketahui orang tua tentang perlengkapan realitas virtual yang diinginkan anak-anak

Baca Juga: Empat Hal Penting yang Harus Dilakukan Orang Tua Agar Anaknya Bahagia

Baca juga: KPAI Keluarkan Lima Rekomendasi Lindungi Anak yang Terkena Wabah

Baca juga: KPAI: Pandemi COVID-19 Bikin Krisis Elang Hak Anak

Koresponden: Valencian Passaribo
Editor: Maria Rosario Doy Putri
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *