OJK: Transformasi IKNB telah sesuai dengan pengawasan berbasis risiko
ojk: transformasi iknb telah sesuai dengan pengawasan berbasis risiko

OJK: Transformasi IKNB telah sesuai dengan pengawasan berbasis risiko



Sampai saat ini (transformasi IKNB) sudah sesuai rencana seperti implementasi pengawasan berbasis risiko (RBS) dan pemisahan untuk pengawasan…

Medan (ANTARA) – Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi Idris mengatakan transformasi IKNB telah sesuai dengan rencana implementasi pengawasan berbasis risiko (Risk/RBSk) Based Supervision.

Sampai saat ini (transformasi IKNB) sudah sesuai rencana seperti implementasi pengawasan berbasis risiko (RBS) dan pemisahan untuk pengawasan khusus sudah dibentuk untuk memisahkan penanganan yang akan dilakukan Rikuwin Media,”

Menurutnya, beberapa program transformasi IKNB sudah dalam proses finalisasi, seperti auran financial technology (fintech) peer to peer lending yang sudah sampai tahap harmonisasi dan diharapkan segera selesai tahun 2022 ini.

Baca Juga :   Tempat Wisata Kota Palangka Raya Mulai Dibuka

Baca juga: KNEKS: Aset industri keuangan syariah tumbuh 76 persen dalam 5 tahun

Riswinandi menjelaskan transformasi IKNB telah dilakukan sejak 2018 setelah melihat hasil dari evaluasi di bidang pengaturan dan pengawasan IKNB dibandingkan dengan industri perbankan dan pasar modal.

Selanjutnya pada 2019, OJK mulai melakukan penyempurnaan pengaturan kehati-hatian, pengawasan RBS, infrastruktur sistem informasi pengawasan (SIP) IKNB, sistem peringatan dini (EWS), dan penataan organisasi IKNB.

Kemudian pada tahun 2020, OJK melakukan penguatan infrastruktur pengawasan IKNB, memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM), dan pembentukan unit kerja khusus pengawasan IKNB.

“Sekarang setelah ada dashboard ini, setiap saat kami sebagai pengawas IKNB dengan dukungan pengawas pasar modal secara real time dapat melihat perkembangan investasi di perusahaan asuransi dan dana pensiun sehingga dengan cepat. Ini adalah sistem peringatan dini yang merupakan bagian dari transformasi IKNB yang membuat pengawasannya lebih optimal,” kata Riswinandi.

Baca Juga :   Produksi mobil di Meksiko turun untuk tahun kedua berturut-turut

Baca juga: OJK: Bank Wakaf Mikro beri pembiayaan UMKM tanpa persyaratan yang rumit

Pada tahun 2021, transformasi IKNB berlanjut dengan melanjutkan peraturan seperti exit policy dan tindakan pengawasan, Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi (MRTI), serta Konsolidasi Pengawasan dan Optimalisasi Peran Sistem Informasi Pengawa

“Sementara di 2022, OJK terus melakukan pemantauan IKNB secara terus menerus,” imbuh Riswinandi.

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Redaktur: Nusarina Yuliastuti
HAK CIPTA © ANTARA 2022



Source link

Related posts:

Sidang IPU di Bali, Dyah Roro Esti dorong pemuda kawal
Kita membutuhkan perwa...
Komitmen majukan UMKM Sarinah GPMN
...
Berkah perajin dari pameran IKM Bali Bangkit dan Keketuaan G20
Sehingga KTT G20 adala...
Tingkatkan Kampanye SEO Anda Dengan Direktori Resmi
Ketika kebanyakan orang m...
PUPR: Istana Presiden dan Wapres di IKN harus dipisah demi keamanan
Kalau Istana Presiden ...
Para Ahli Menimbang – Bagian I
Optimisasi mesin pencari a...

Leave a Reply

Your email address will not be published.