Bagaimana Gempa Bumi Terjadi
Bagaimana Gempa Bumi Terjadi

Pahami Dulu Bagaimana Gempa Bumi Terjadi

Pahami Dulu Bagaimana Gempa Bumi Terjadi

Akhir akhir ini kejadian gempa bumi menimpa dimana mana hampir merata di seluruh dunia, Anda bisa lihat di BMKG atau USGS bagaimana gempa bumi terjadi sangat sering

Pahami Dulu – Bagaimana Gempa Bumi Terjadi, akhir akhir ini kejadian gempa bumi menimpa dimana mana hampir merata di seluruh dunia, Anda bisa lihat di BMKG atau USGS bagaimana gempa bumi terjadi sangat sering, yang terakhir yang menjadi berita utama di beberapa media adalah gempa bumi Turki tepatnya di propinsi Izmir. Bahkan bagi Anda yang beragama Islam juga disebutkan dalam beberapa dalil bahwa di akhir zama ini akan banyak sekali terjadi gempa, dan ini Anda bisa lihat data gempa bumi yang dictat di website USGS atau BMKG, kalau di rata rata tiap kurang dari menit terjadi gempa secara bergantian di seluruh dunia, ada yang intensitasnya kecil, sedang, maupun besar.

Secara ilmiah perlu di pahami dulu bagaimana gempa bumi bisa terjadi : gempa bumi adalah proses alam terjadinya getaran getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi maupun dari permukaan bumi yang menciptakan gelombang seismik. Dan gelombang inilah yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Yang paling bisa dirasakan adalah jika terjadi pergerakan lempeng bumi, ini akan meepaskan energi yang besar dan menyebabkan terjadi gempa bumi yang cukup besar, pegerakan lempeng ini bisa saling mendekat bertubrukan, atau bisa saling menjauh, jenis gempa bumi ini biasanya disebut dengan gempa bumi tektonik,jadi inilah salah satu penyebab bagaimana gempa bumi terjadi

Baca Juga :   Prototipe SpaceX Starship berhasil mendarat dengan mulus

Pada umumnya gempa bumi diukur dengan menggunakan seismograf atau seismometer dengan satuan ukuran skala Richter. Gempa bumi terbesar yang tercatat terakhir diatas 9 scala richter adalah gempa bumi Jepang pada tahun 2011 di bulan Maret yang menyebabkan terjadinya Tsunami. Gempa bumi diatas 5 skala richter sudah bisa mnyebabkan kerusakan pada bangunan bangunan apabila rentang waktunya agak panajang.

Ada 3 hal yang perlu di pahami dulu bagaimana gempa bumi terjadi yaitu berdasarkan Kedalamannya, berdasarkan penyebanya dan berdasarkan pada jenis gelombang.

Berdasarkan kedalamannya bagaimana gempa bumi terjadi di bagi 3 macam yaitu:

  • Gempa bumi dangkal yaitu gempa bumi yang jarak hiposentrunya kepermukaan bumi lebih kecil dari 60 km, dan gempa bumi ini efek merusaknya sangat besar.
  • Gempa bumi menengah yaitu gempa bumi yang jarak hiposentrunya kepermukaan bumi antara 60 km sampai dengan 300 km, gempa bumi menengah ini efek kerusakannya kecil.
  • Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang jarak hiposentrunya kepermukaan bumi lebih besar dari 300 km, gempa bumi ini pada umumnya tidak berbahaya.

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi di klasifikasi dalam beberapa kategori:

  • Gempa bumi tektonik yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh adanya aktivtas tektonik, dimana pergeseran lempeng-lempeng tektonik terjadi secara mendadak yang disebabkan oleh pelepasan tenaga atau energi karena pergeseran lempengan lempengan tektonik, jadi ini bisa digambarkan seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Gempa tektonik ini mempunyai kekuatan berbeda beda dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi tektonik ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi, getarannya gempa Bumi yang kuat akan menjalar di permukaan bagian Bumi.
  • Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang di sebabkan oleh aktivitas gunung berapi, biasanya terjadi ketika gunung berapi akan meletus dan terasa di wilayah sekitar gunung berapi, efek kerusakan yang diakibatkan gempa umi ini tidak separah gempa bumi tektonik.
  • Gempa bumi tumbukan adalah gempa bumi yang disebabkan ada tumbukan benda terhadap bumi seperti tumbukan meteor tang jatuh di bumi akan menyebabkan gempa bumi terjadi.
  • Gempa bumi runtuhan biasnya terjadi daerah daerah yang rawan runtuh misalkan daerah kapur atau daerah pertambangan, gempa ini adalah bersifat lokal dan kejadiannya agak jarang.
    Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti proses peledakan pertambangan dengan dinamit, bom yang dijatuhkan atau ledakan bahan peledak. Kasus yang masih segar di ingatan kita adalah ledakan di Beirut yang tercatat sampai 3 scala richter.
Baca Juga :   Dig mengungkapkan pusat garam berusia 6.000 tahun di North Yorkshire | arkeologi

Bagaimana Gempa bmi bisa terjadi berdasarkan jenis gelombangnya ada dua macam:

  • Gelombang primer yaitu jenis gelombang longitudinal yang berasal langsung dari hiposentrum dengan kecepatan 7-14 km per detiknya.
  • Gelombang sekunder yaitu gelombang transversal adalah rambatan gelombang atau getaran seperti priper tetapi kecepatannya lebih rendah di kisaran 4 – 7 km per detik dan tidak bisa merambat melalui lapisan cair.

Nah itu tadi beberapa hal yang perlu di pahami dulu bagaimana gempa bumi terjadi, semoga bermanfaat menambah wawasan dan hati hati, semoga kita senantiasa terlindungi dari bencana. Aamiin.

Related posts:

DNA anjing menegaskan bahwa Siberia prasejarah berdagang di luar Kutub Utara
Masyarakat Arktik kun...
Ross Atkins tentang...Tantangan Iklim Eropa
Ross Atkins melihat bagaima...
Dilatasi waktu relativitas umum ditangkap dalam milimeter
Satu milimeter mungki...
Momen spesial Snowdonia dalam film selama 70 tahun terakhir
Dari puncaknya yang terjal ...
Bukti tertua penggunaan tembakau sudah ada sejak lebih dari 12.000 tahun yang lalu
Sebuah studi baru men...
Aktivis iklim yang ingin Norwegia mengakhiri produksi minyak dan gas
Ketika para pemimpin dunia ...

1 comment

  1. Banyak ilmuwan yang tidak secara buta menempatkan dirinya sebagai ateis telah mengakui peran Pencipta yang Mahaperkasa dalam penciptaan alam semesta. Pencipta ini haruslah Dzat yang telah menciptakan materi dan waktu, namun tidak terikat oleh keduanya. Ahli astrofisika terkenal Hugh Ross mengatakan: “Jika permulaan waktu terjadi bersamaan dengan permulaan alam semesta, sebagaimana pernyataan teorema ruang, maka penyebab terbentuknya alam semesta pastilah sesuatu yang bekerja pada dimensi waktu yang sama sekali tak tergantung dan lebih dulu ada dari dimensi waktu alam semesta. Kesimpulan ini memberitahu kita bahwa Tuhan bukanlah alam semesta itu sendiri, Tuhan tidak pula berada di dalam alam semesta.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.