Home / TRAVEL

Jumat, 28 Mei 2021 - 17:09 WIB

Pengamat: Harus ada pembatasan tempat wisata untuk mencegah penyebaran COVID-19



Jakarta (Antara) – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Tropos Rhadiansyah menilai perlu adanya pembatasan operasional dalam pengelolaan tempat wisata untuk membatasi penyebaran COVID-19.

“Harus ada pembatasan, jadi kurang bagus,” kata Tropos saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pembatasan tersebut bisa berupa pengurangan jadwal kunjungan atau pengetatan jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke kawasan wisata, sehingga diharapkan dapat mengurangi keramaian pengunjung seminimal mungkin.

Selain itu, petugas jaga juga diminta berani menegur pengunjung yang melanggar tata tertib sanitasi.

“Yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan. Jadi boleh jalan-jalan, tapi penerapan protokol kesehatan itu ketat. Perlu pengawasan,” kata Tropos.

Baca Juga :   AS meluncurkan uji coba untuk tes darah yang menjanjikan untuk menangkap kanker lebih awal

Isu penting lainnya, lanjutnya, adalah kesadaran masyarakat akan bahaya COVID-19. Dikatakannya, meski masyarakat sudah divaksinasi virus Corona, namun tidak serta merta membebaskan mereka dari ancaman virus Corona.

“Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mendidik mereka yang memakai masker, menjaga jarak, dan sekaligus memahami bahwa meski sudah divaksinasi, mereka berisiko. COVID-19 punya banyak varian, banyak mutasi. Itu masalahnya, kata Tropos.

Sebelumnya, Kapolri Paul Listio Seagate Prabowo membenarkan adanya larangan membuka tempat wisata di zona merah untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19.

Sedangkan untuk kawasan wisata di luar zona merah, isolasi masih dilakukan dengan memperkuat pengawasan dan pemeriksaan pengunjung atau wisatawan.

Baca Juga :   Venmo voyeur: Mengapa kami mengizinkan teman untuk melihat transaksi keuangan kami secara online? | Hidup dan keanggunan

Begitu pula hotel harus mematuhi protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan penyakit mematikan ini.

BACA JUGA: Apresiasi Menparekraf buat pengelola pariwisata yang jaga pegawainya

Baca juga: Uji antigen kelompok terhadap 10 wisatawan yang dinyatakan positif COVID-19

Baca juga: The Observer: Pastikan Program Ditegakkan Secara Ketat di Tempat Wisata

Reporter: Fathor Rochman
Editor: Ida Nurcahyani
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Share :

Baca Juga

Menparekraf dorong artisan Gorontalo cetak peluang di pasar digital

TRAVEL

Menparekraf mendorong perajin di Gorontalo untuk menciptakan peluang di pasar digital
KemenPUPR buka pintu investasi infrastruktur, dukung pariwisata prioritas

TRAVEL

KemenPUPR buka pintu investasi infrastruktur, dukung pariwisata prioritas
"Atraksi Budaya Lone Soldier", upaya untuk menarik wisatawan

TRAVEL

“Atraksi Budaya Lone Soldier”, upaya untuk menarik wisatawan
Menparekraf: Holding BUMN Aviata dorong sinergi kebijakan dan data

TRAVEL

Menparekraf: BUMN Aviata Holdings Dorong Sinergi Kebijakan dan Data
Destinasi wisata NTT siap menjalankan prokes sambut libur akhir tahun

TRAVEL

Destinasi wisata NTT siap menjalankan prokes sambut libur akhir tahun
Area mana yang difavoritkan pengunjung kawasan wisata Ancol?

TRAVEL

Area mana yang difavoritkan pengunjung kawasan wisata Ancol?
Halfeti, kota yang tenggelam dan muncul kembali

TRAVEL

Halfeti, kota yang tenggelam dan muncul kembali
Menparekraf kunjungi sentra vaksinasi di Depok

TRAVEL

Minbarigraph mengunjungi pusat vaksinasi di Depok