UMKM harus bangkit di tengah pandemi
umkm harus bangkit di tengah pandemi

UMKM harus bangkit di tengah pandemi



Kalau tidak, itu bisa melemahkan ekonomi kita

Jakarta (Antara) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah harus tetap tumbuh dan berkembang meski di tengah pandemi COVID-19.

“Usaha mikro, kecil dan menengah harus tetap berdiri dan mengembangkan usahanya meski di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan hal ini untuk bertemu dan berdialog dengan Asosiasi dan Asosiasi Pedagang Indonesia.

Ia menilai usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, mengingat 99 persen masyarakat Indonesia adalah usaha kecil dan menengah.

Tuntutan berbagai asosiasi untuk bisa menggerakkan perekonomian, akses pasar, akses keuangan, dan bantuan, menurutnya, menurut dia, layak dipenuhi.

Baca Juga :   Ulasan asuransi penyewa limun 2021: apakah itu bagus?

“Kalau tidak, itu bisa melemahkan ekonomi kita,” katanya.

Baca juga: Kemenkop Kembangkan ‘Master Plan’ Jadikan UMKM Bagian dari Rantai Pasok Industri

Dia mengatakan dialog dengan asosiasi UMKM itu positif, terutama di tengah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Banyak masukan dari mitra, seperti memfasilitasi usaha dengan mengikuti jenjang PPKM yang membutuhkan tambahan modal, kemudahan akses pembiayaan, mengenai sertifikasi, pengelolaan NIB (Nomor Induk Usaha) di OSS (Individual Online Submission), digitalisasi, penyediaan bahan baku, dll.

Pertemuan ini disebut sebagai tindak lanjut audiensi 16 perwakilan Perhimpunan Masyarakat dan Pedagang Indonesia dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (15/9).

Dikatakan, hasil rapat ini akan ditindaklanjuti satu persatu dan akan bekerjasama dengan kementerian/lembaga lain.

Baca Juga :   Panduan GIF Musim Panas - GIF baru untuk tahun 2021!

Presiden Gabungan Pengusaha Warteg (Warong Tegal) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jakarta dan sekitarnya, Buji Hartoyo, menjelaskan pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada usaha mikro, kecil dan menengah, khususnya pedagang kaki lima. dan PKL dengan memberikan latihan digitalisasi.

Berbagai bantuan dan pelatihan telah kami berikan, salah satunya dengan Grab. Dari sini diharapkan kita bisa masuk ke LKPP (Badan Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) karena tujuan Presiden 40 persen pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk UMKM.”

Baca juga: Menkop Teten: UMKM Minta Perpanjangan Restrukturisasi Kredit
Baca juga: MenkopUKM: Kondisi UMKM mulai membaik di Q2 2021

Reporter: M. Baqer Edros Al-Attas
Redaktur: M. Hari Atmoko
Hak Cipta © Antara 2021

Baca Juga :   Covid-19: Lockdown tidak cukup untuk menghentikan krisis substitusi delta Australia



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *